Sabtu, 23 Mei 2009

Terumbu karang

Terumbu karang dapat dikatakan sebagai hutan tropis ekosistem laut. Ekosistem ini terdapat di laut dangkal yang hangat dan bersih, dan merupakan ekosistem yang sangat penting dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Terumbu karang biasanya tumbuh di dekat pantai daerah tropis dengan temperatur sekitar 21° – 30°C. Masih dapat tumbuh pada suhu diatas dan dibawah kisaran suhu tersebut, tetapi pertumbuhannya akan sangat lambat. Karena itulah terumbu karang banyak ditemukan di perairan tropis seperti Indonesia dan juga di daerah sub tropis yang dilewari aliran arus hangat dari daerah tropis seperti Florida, Amerika Serikat dan bagian selatan Jepang. Karang memerlukan salinitas yang tinggi untuk tumbuh, oleh karena itu, di sekitar mulut sungai atau pantai atau sekitar pemukiman penduduk akan lambat karena karang membutuhkan perairan yang kadar garamnya sesuai untuk hidup.


Hutan Mangrove di Selatan Jawa

Secara umum, apabila ingin melakukan survei mangrove ke hutan mangrove di pesisir utara Jawa dan Selatan, kita tidak akan menemukan sebuah hutan mangrove lagi .Di Utara dan Selatan Jawa, hutan mangrove yang tersisa lebih tepat apabila kita sebut sebagai vegetasi mangrove, saja. Hutan mangrove (apalagi yang alami) telah hilang oleh pertambakan, pemukiman dan peruntukan lainnya, berganti dengan vegetasi-vegetasi mangrove baru yang tumbuh kembangnya merupakan hasil dari budi daya manusia sendiri. Kesimpulannya, vegetasi mangrove di kedua wilayah adalah hasil dari penanaman kembali dari kelompok-kelompok tani, nelayan, organisasi mahasiswa, perusahaan, LSM, dan institusi pemerintahan. (kesemat.undip.ac.id)
Salinitas di daerah Pantai Estuaria

Estuaria adalah perairan muara sungai semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar. Pada saat air pasang, air laut akan masuk dan mempengaruhi kadar salinitas serta kualitas air yang ada dalam estuaria tersebut. Salinitas juga dipengaruhi oleh perubahan penguapan musiman. Di daerah yang debit air tawar selama setengah tahun, maka salinitasnya menjadi tinggi pada daerah hulu.



Temperatur air laut


Dalam oseanografi dikenal dua istilah untuk menentukan temperatur air laut yaitu temperatur insitu (selanjutnya disebut sebagai temperatur saja) dan temperatur potensial. Temperatur adalah sifat termodinamis cairan karena aktivitas molekul dan atom di dalam cairan tersebut. Semakin besar aktivitas (energi), semakin tinggi pula temperaturnya. Temperatur menunjukkan kandungan energi panas. Energi panas dan temperatur dihubungkan oleh energi panas spesifik. Energi panas spesifik sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur dari satu satuan massa fluida sebesar 1o. Jika kandungan energi panas nol (tidak ada aktivitas atom dan molekul dalam fluida) maka temperaturnya secara absolut juga nol (dalam skala Kelvin). Jadi nol dalam skala Kelvin adalah suatu kondisi dimana sama sekali tidak ada aktivitas atom dan molekul dalam suatu fluida. Temperatur air laut di permukaan ditentukan oleh adanya pemanasan (heating) di daerah tropis dan pendinginan (cooling) di daerah lintang tinggi. Kisaran harga temperatur di laut adalah -2o s.d. 35oC.
Tekanan di dalam laut akan bertambah dengan bertambahnya kedalaman. . Jika parsel air mengalamai penekanan secara adiabatis (tanpa terjadi pertukaran energi panas), maka temperaturnya akan bertambah. Sebaliknya, jika parsel air mengalami pengembangan (juga secara adiabatis), maka temperaturnya akan berkurang. Perubahan temperatur yang terjadi akibat penekanan dan pengembangan ini bukanlah nilai yang ingin kita cari, karena di dalamnya tidak terjadi perubahan kandungan energi panas. Seperti telah disebutkan di atas, temperatur menunjukkan kandungan energi panas, dimana energi panas dan temperatur dihubungkan melalui energi panas spesifik. (oseanografi.blogspot.com)
Fungsi Mangrove bagi ekosistem:

* penyedia nutrien bagi biota perairan
* tempat berkembangbiaknya berbagai macam ikan
* penahan abrasi
* penyerap limbah
* penahan amukan angin taufan dan gelombang yang besar



Atol

Sebuah atol adalah suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna sebagian atau seluruhnya.
Sebagian besar atol terbetuk di lauta tropis yang jernihdimana terumbu karang tumbuh dengan subur. Pembentukan atol berawal dari karang tepi yang sering kali terdapat di sekeliling pulau vulkanis.Ketika permukaan dasar laut turun, pulau tenggelam secara perlahan, tetapi terumbu karang tetap tumbuh keatas. Atol merupakan tahap akhir dari terumbu yang terbentuk ketika daratan tenggelam ke dasar laut, menyisakan cinci karang.





Padang Lamun

Lamun sendiri adalah sejenis tumbuhan yaitu tumbuhan berbunga yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri hidup tergenang di dalam air laut. Tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal hingga kedalaman 3 meter dilautan tropis hingga sub tropis.
Daun lamun yang lebat akan memperlambat gerakan air akibat arus dan ombak sehingga perairan menjadi tenang.
 
Morfologi laut ditinjau dari kedalamannya :


zona litoral : bagian laut yang terletak diantara kondisi saat air laut pasang naik dan pasang surut.

zona neritik : bagian laut yang dalamnya berkisar 50-150 m. Wilayah nya dapat ditembus oleh cahaya matahari sehingga kehidupan hewan dan tumbuhan paling banyak berada di daerah ini

zona batial : bagian laut yang dalamnya 150-2000m, sehingga cahaya matahari tidak bisa menembus sampai dasar laut. Jenis binatang masih dapat hidup di jedalaman ini tetapi tumbuhan jauh berkurang dibandingkan zona neritik

zona abisal : bagian laut yang dalamnya lebih dari 2000 m, suhu di wilayah ini sangat rendah.Tidak ada tumbuhan lagi tetapi masih ada beberapa hewan yang masih mampu hidup dizona ini.

Basin : dasar laut yang dalam berbentuk seperti baskom besar.



Tipe Pantai:

Pantai datar : kondisi bentuk pantai mendatar, banyak dijumpai di Indonesia. Contoh: Pantai Ancol,Jakarta

Pantai laguna : pantai yang menyerupai bentuk seperti danau didekat pantai. Pantai tersebut seperti tertutup oleh lingkaran batu karang yang menghalangi ombak dari lautan lepas langsung masuk ke pantainya.

Pantai berpasir : bentuk pantai yang landai atau datar dengan didominasi pasirnya yang sangat banyak. Contoh : Pantai Parangtritis,Yogyakarta

Pantai Fyord : pantai yang mempunyai bentuk seperti huruf U yanng curam.Pantai ini terjadi akibat adanya proses pencairan es menuju laut di negara beriklim dingin.

Pantai Estuaria : pantai yang berbentuk seperti corong. Pantai ini terdapat di muara sungai atau tempat bertemunya air sungai dan air laut.

Pantai Curam : pantai yang berbentuk dinding-dinding curam.Ombak di pantai ini dapat menghantam dinding tersebut yang lama kelamaan mengakibatkan bentukan-bentukan yang curam.

Sabtu, 02 Mei 2009

Rumput Laut


Rumput laut adalah salah satu sumberdaya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Dalam bahasa Inggris, rumput laut diartikan sebagai seaweed. Sumberdaya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii dan Gracelaria sp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput laut ini diantaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Padang Lamun

Padang lamun menyebar hampir di seluruh kawasan perairan pantai Indonesia. Anda akan sangat mudah mengenali tumbuhan ini. Padang lamun biasanya sangat mirip dan bahkan menyerupai padang rumput di daratan dan hidup pada kedalaman yang relative dangkal (1-10 meter) kecuali beberapa jenis seperti Halodule sp., Syringodium sp. dan Thalassodendrum sp., yang juga di temukan pada kedalaman sampai dengan 20 meter dengan penetrasi cahaya yang relative rendah. Malah pernah dilaporkan jenis Halophila yang di temukan pada kedalaman 90 meter oleh Taylor (1928) yang ditulis dalam Den Hartog (1970). Namun umumnya sebagian besar padang lamun menyebar pada kedalaman 1 - 10 meter. Di beberapa perairan dangkal, kita dapat menyaksikan padang lamun dengan kepadatan yang cukup tinggi yang memberikan kesan hijau pada dasar perairan.
Untuk tipe perairan tropis seperti Indonesia, padang lamun lebih dominant tumbuh dengan koloni beberapa jenis (mix species) pada suatu kawasan tertentu yang berbeda dengan kawasan temperate atau daerah dingin yang kebanyakan di dominasi oleh satu jenis lamun (single species). Penyebaran lamun memang sangat bervariasi tergantung pada topografi pantai dan pola pasang surut. Anda bisa saja menjumpai lamun yang terekspose oleh sinar matahari saat surut di beberapa pantai atau melihat bentangan hijau yang didalamnya banyak ikan-ikan kecil saat pasang. Jenisnya pun beraneka ragam, yang di pantai Indonesia sendiri, kita bisa menjumpai 12 jenis lamun dari sekitar 63 jenis lamun di dunia dengan dominasi beberape jenis diantaranya Enhalus acoroides, Cymodocea spp, Halodule spp., Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, Thallasia hemprichii and Thalassodendron ciliatum. Dan saya percaya kawasan perairan Indonesia yang sangat luas mempunyai jenis lamun yang lebih dari perkiraan beberapa lembaga penelitian. Sampai kini konsentrasi penelitian terhadap jenis-jenis lamun dan ekosistem lamun belum sepenuhnya terlaksana. Kurangnya minat beberapa peneliti untuk lebih fokus kearah padang lamun dan minimnya dana penelitian yang di alokasikan ke sektor ini serta minimnya publikasi mengenai padang lamun merupakan penghambat utama bagi pengetahuan dan pemahaman tentang padang lamun kepada masyarakat sementara masyarakat sebagian besar belum sepenuhnya tahu dan mengerti tentang habitat yang satu ini. Padahal kalau mau jujur masysrakat pantai khususnya banyak sekali tergantung pada habitat ini, yang langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi terhadap kebutuhan sehari-hari mereka. Kita mungkin tidak menyadari kalau menurunnya produksi beberapa jenis ikan-ikan dan udang-udang pantai ekonomis Indonesia lebih banyak karenakan semakin menipisnya padang lamun yang merupakan habitat alami dari ikan-ikan pantai seperti ikan berinang (Siganus spp.) atau beberapa udang putih (Penaeus spp.) lainnya.

Terlalu jauh kalau kita mengharapkan bisa sering melihat dugong bermain kembali di sekitar pantai Indonesia, yang padang lamunnya seudah semakin memprihatinkan, oleh pola reklamasi pantai yang sangat marak dan degradasi pantai yang sudah sangat ramai.

Sumber : wikipedia indonesia
http://maruf.wordpress.com/category/kenali-padang-lamun-untuk-di-lindungi/