Rabu, 05 Agustus 2009

Proyeksi peta






(e-dukasi.net)








PROYEKSI PETA


* Secara umum, proyeksi peta dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari cara pemindahan data topografi dari permukaan Bumi ke atas permukaan peta.

Proyeksi peta menurut jenis bidang proyeksi dibedakan :1. Proyeksi bidang datar / Azimuthal / Zenithal
2. Proyeksi Kerucut
3. Proyeksi Silinder

Proyeksi peta menurut kedudukan bidang proyeksi dibedakan :1. Proyeksi normal
2. Proyeksi miring
3. Proyeksi transversal

Proyeksi peta menurut jenis unsur yang bebas distorsi dibedakan :
1. Proyeksi conform, merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya sudut
2. Proyeksi equidistant, merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya panjang jarak
3. Proyeksi equivalent, merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya luas suatu daerah pada bidang lengkung
( wikipedia Indonesia)





Nelly S.R
XII S1/23

Sabtu, 23 Mei 2009

Terumbu karang

Terumbu karang dapat dikatakan sebagai hutan tropis ekosistem laut. Ekosistem ini terdapat di laut dangkal yang hangat dan bersih, dan merupakan ekosistem yang sangat penting dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Terumbu karang biasanya tumbuh di dekat pantai daerah tropis dengan temperatur sekitar 21° – 30°C. Masih dapat tumbuh pada suhu diatas dan dibawah kisaran suhu tersebut, tetapi pertumbuhannya akan sangat lambat. Karena itulah terumbu karang banyak ditemukan di perairan tropis seperti Indonesia dan juga di daerah sub tropis yang dilewari aliran arus hangat dari daerah tropis seperti Florida, Amerika Serikat dan bagian selatan Jepang. Karang memerlukan salinitas yang tinggi untuk tumbuh, oleh karena itu, di sekitar mulut sungai atau pantai atau sekitar pemukiman penduduk akan lambat karena karang membutuhkan perairan yang kadar garamnya sesuai untuk hidup.


Hutan Mangrove di Selatan Jawa

Secara umum, apabila ingin melakukan survei mangrove ke hutan mangrove di pesisir utara Jawa dan Selatan, kita tidak akan menemukan sebuah hutan mangrove lagi .Di Utara dan Selatan Jawa, hutan mangrove yang tersisa lebih tepat apabila kita sebut sebagai vegetasi mangrove, saja. Hutan mangrove (apalagi yang alami) telah hilang oleh pertambakan, pemukiman dan peruntukan lainnya, berganti dengan vegetasi-vegetasi mangrove baru yang tumbuh kembangnya merupakan hasil dari budi daya manusia sendiri. Kesimpulannya, vegetasi mangrove di kedua wilayah adalah hasil dari penanaman kembali dari kelompok-kelompok tani, nelayan, organisasi mahasiswa, perusahaan, LSM, dan institusi pemerintahan. (kesemat.undip.ac.id)
Salinitas di daerah Pantai Estuaria

Estuaria adalah perairan muara sungai semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar. Pada saat air pasang, air laut akan masuk dan mempengaruhi kadar salinitas serta kualitas air yang ada dalam estuaria tersebut. Salinitas juga dipengaruhi oleh perubahan penguapan musiman. Di daerah yang debit air tawar selama setengah tahun, maka salinitasnya menjadi tinggi pada daerah hulu.



Temperatur air laut


Dalam oseanografi dikenal dua istilah untuk menentukan temperatur air laut yaitu temperatur insitu (selanjutnya disebut sebagai temperatur saja) dan temperatur potensial. Temperatur adalah sifat termodinamis cairan karena aktivitas molekul dan atom di dalam cairan tersebut. Semakin besar aktivitas (energi), semakin tinggi pula temperaturnya. Temperatur menunjukkan kandungan energi panas. Energi panas dan temperatur dihubungkan oleh energi panas spesifik. Energi panas spesifik sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur dari satu satuan massa fluida sebesar 1o. Jika kandungan energi panas nol (tidak ada aktivitas atom dan molekul dalam fluida) maka temperaturnya secara absolut juga nol (dalam skala Kelvin). Jadi nol dalam skala Kelvin adalah suatu kondisi dimana sama sekali tidak ada aktivitas atom dan molekul dalam suatu fluida. Temperatur air laut di permukaan ditentukan oleh adanya pemanasan (heating) di daerah tropis dan pendinginan (cooling) di daerah lintang tinggi. Kisaran harga temperatur di laut adalah -2o s.d. 35oC.
Tekanan di dalam laut akan bertambah dengan bertambahnya kedalaman. . Jika parsel air mengalamai penekanan secara adiabatis (tanpa terjadi pertukaran energi panas), maka temperaturnya akan bertambah. Sebaliknya, jika parsel air mengalami pengembangan (juga secara adiabatis), maka temperaturnya akan berkurang. Perubahan temperatur yang terjadi akibat penekanan dan pengembangan ini bukanlah nilai yang ingin kita cari, karena di dalamnya tidak terjadi perubahan kandungan energi panas. Seperti telah disebutkan di atas, temperatur menunjukkan kandungan energi panas, dimana energi panas dan temperatur dihubungkan melalui energi panas spesifik. (oseanografi.blogspot.com)
Fungsi Mangrove bagi ekosistem:

* penyedia nutrien bagi biota perairan
* tempat berkembangbiaknya berbagai macam ikan
* penahan abrasi
* penyerap limbah
* penahan amukan angin taufan dan gelombang yang besar



Atol

Sebuah atol adalah suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna sebagian atau seluruhnya.
Sebagian besar atol terbetuk di lauta tropis yang jernihdimana terumbu karang tumbuh dengan subur. Pembentukan atol berawal dari karang tepi yang sering kali terdapat di sekeliling pulau vulkanis.Ketika permukaan dasar laut turun, pulau tenggelam secara perlahan, tetapi terumbu karang tetap tumbuh keatas. Atol merupakan tahap akhir dari terumbu yang terbentuk ketika daratan tenggelam ke dasar laut, menyisakan cinci karang.





Padang Lamun

Lamun sendiri adalah sejenis tumbuhan yaitu tumbuhan berbunga yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri hidup tergenang di dalam air laut. Tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal hingga kedalaman 3 meter dilautan tropis hingga sub tropis.
Daun lamun yang lebat akan memperlambat gerakan air akibat arus dan ombak sehingga perairan menjadi tenang.
 
Morfologi laut ditinjau dari kedalamannya :


zona litoral : bagian laut yang terletak diantara kondisi saat air laut pasang naik dan pasang surut.

zona neritik : bagian laut yang dalamnya berkisar 50-150 m. Wilayah nya dapat ditembus oleh cahaya matahari sehingga kehidupan hewan dan tumbuhan paling banyak berada di daerah ini

zona batial : bagian laut yang dalamnya 150-2000m, sehingga cahaya matahari tidak bisa menembus sampai dasar laut. Jenis binatang masih dapat hidup di jedalaman ini tetapi tumbuhan jauh berkurang dibandingkan zona neritik

zona abisal : bagian laut yang dalamnya lebih dari 2000 m, suhu di wilayah ini sangat rendah.Tidak ada tumbuhan lagi tetapi masih ada beberapa hewan yang masih mampu hidup dizona ini.

Basin : dasar laut yang dalam berbentuk seperti baskom besar.



Tipe Pantai:

Pantai datar : kondisi bentuk pantai mendatar, banyak dijumpai di Indonesia. Contoh: Pantai Ancol,Jakarta

Pantai laguna : pantai yang menyerupai bentuk seperti danau didekat pantai. Pantai tersebut seperti tertutup oleh lingkaran batu karang yang menghalangi ombak dari lautan lepas langsung masuk ke pantainya.

Pantai berpasir : bentuk pantai yang landai atau datar dengan didominasi pasirnya yang sangat banyak. Contoh : Pantai Parangtritis,Yogyakarta

Pantai Fyord : pantai yang mempunyai bentuk seperti huruf U yanng curam.Pantai ini terjadi akibat adanya proses pencairan es menuju laut di negara beriklim dingin.

Pantai Estuaria : pantai yang berbentuk seperti corong. Pantai ini terdapat di muara sungai atau tempat bertemunya air sungai dan air laut.

Pantai Curam : pantai yang berbentuk dinding-dinding curam.Ombak di pantai ini dapat menghantam dinding tersebut yang lama kelamaan mengakibatkan bentukan-bentukan yang curam.

Sabtu, 02 Mei 2009

Rumput Laut


Rumput laut adalah salah satu sumberdaya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Dalam bahasa Inggris, rumput laut diartikan sebagai seaweed. Sumberdaya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii dan Gracelaria sp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput laut ini diantaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Padang Lamun

Padang lamun menyebar hampir di seluruh kawasan perairan pantai Indonesia. Anda akan sangat mudah mengenali tumbuhan ini. Padang lamun biasanya sangat mirip dan bahkan menyerupai padang rumput di daratan dan hidup pada kedalaman yang relative dangkal (1-10 meter) kecuali beberapa jenis seperti Halodule sp., Syringodium sp. dan Thalassodendrum sp., yang juga di temukan pada kedalaman sampai dengan 20 meter dengan penetrasi cahaya yang relative rendah. Malah pernah dilaporkan jenis Halophila yang di temukan pada kedalaman 90 meter oleh Taylor (1928) yang ditulis dalam Den Hartog (1970). Namun umumnya sebagian besar padang lamun menyebar pada kedalaman 1 - 10 meter. Di beberapa perairan dangkal, kita dapat menyaksikan padang lamun dengan kepadatan yang cukup tinggi yang memberikan kesan hijau pada dasar perairan.
Untuk tipe perairan tropis seperti Indonesia, padang lamun lebih dominant tumbuh dengan koloni beberapa jenis (mix species) pada suatu kawasan tertentu yang berbeda dengan kawasan temperate atau daerah dingin yang kebanyakan di dominasi oleh satu jenis lamun (single species). Penyebaran lamun memang sangat bervariasi tergantung pada topografi pantai dan pola pasang surut. Anda bisa saja menjumpai lamun yang terekspose oleh sinar matahari saat surut di beberapa pantai atau melihat bentangan hijau yang didalamnya banyak ikan-ikan kecil saat pasang. Jenisnya pun beraneka ragam, yang di pantai Indonesia sendiri, kita bisa menjumpai 12 jenis lamun dari sekitar 63 jenis lamun di dunia dengan dominasi beberape jenis diantaranya Enhalus acoroides, Cymodocea spp, Halodule spp., Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium, Thallasia hemprichii and Thalassodendron ciliatum. Dan saya percaya kawasan perairan Indonesia yang sangat luas mempunyai jenis lamun yang lebih dari perkiraan beberapa lembaga penelitian. Sampai kini konsentrasi penelitian terhadap jenis-jenis lamun dan ekosistem lamun belum sepenuhnya terlaksana. Kurangnya minat beberapa peneliti untuk lebih fokus kearah padang lamun dan minimnya dana penelitian yang di alokasikan ke sektor ini serta minimnya publikasi mengenai padang lamun merupakan penghambat utama bagi pengetahuan dan pemahaman tentang padang lamun kepada masyarakat sementara masyarakat sebagian besar belum sepenuhnya tahu dan mengerti tentang habitat yang satu ini. Padahal kalau mau jujur masysrakat pantai khususnya banyak sekali tergantung pada habitat ini, yang langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi terhadap kebutuhan sehari-hari mereka. Kita mungkin tidak menyadari kalau menurunnya produksi beberapa jenis ikan-ikan dan udang-udang pantai ekonomis Indonesia lebih banyak karenakan semakin menipisnya padang lamun yang merupakan habitat alami dari ikan-ikan pantai seperti ikan berinang (Siganus spp.) atau beberapa udang putih (Penaeus spp.) lainnya.

Terlalu jauh kalau kita mengharapkan bisa sering melihat dugong bermain kembali di sekitar pantai Indonesia, yang padang lamunnya seudah semakin memprihatinkan, oleh pola reklamasi pantai yang sangat marak dan degradasi pantai yang sudah sangat ramai.

Sumber : wikipedia indonesia
http://maruf.wordpress.com/category/kenali-padang-lamun-untuk-di-lindungi/

Selasa, 28 April 2009

Mengapa Terumbu karang harus Di Selamatkan

Sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan, sehingga dengan demikian secara alamiah bangsa Indonesia merupakan bangsa bahari. Hal ini ditambah lagi dengan letak wilayah Indonesia yang strategis diwilayah tropis. Hamparan laut yang luas merupakan suatu potensi bagi bangsa Indonesia untuk mengembangkan sumberdaya laut yang memiliki keragaman baik baik sumberdaya hayati maupun sumberdaya lainnya.

Sebagai suatu bangsa bahari yang memiliki wilayah laut yang luas dan dengan ribuan pulau besar dan kecil yang tersebar didalamnya, maka derajat keberhasilan bangsa Indonesia juga ditentukan dalam memanfaatkan dan mengelola wilayah laut yang luas tersebut.

Keunikan dan keindahan serta keanekaragaman kehidupan bawah laut dari kepulauan Indonesia yang membentang luas di cakrawala khatulistiwa masih banyak menyimpan misteri dan tantangan terhadap potensinya.

Salah satu dari potensi tersebut atau sumberdaya hayati yang tak ternilai harganya dari segi ekonomi atau ekologinya adalah sumberdaya terumbu karang, apabila sumberdaya terumbu karang ini dikaitakn dengan pengembangan wisata bahari mempunyai andil yang sangat besar. Karena keberadaan terumbu karang tersebut sangat penting dalam pengembangan berbagai sektor termasuk sektor pariwisata.

Khusus mengenai terumbu karang, Indonesia dikenal sebagai pusat distribusi terumbu karang untuk seluruh Indo-Pasifik. Indonesia memiliki areal terumbu karang seluas 60.000 km2 lebih. Sejauh ini telah tercatat kurang lebih 354 jenis karang yang termasuk kedalam 75 marga.

Kehidupan di Terumbu Karang

Hutan bakau, padang lamun dan terumbu karang merupakan tiga eksosistim penting di daerah pesisir. Hutan bakau dan padang lamun dan terumbu karang berperan penting dalam melindungi pantai dari ancaman abrasi dan erosi serta tempat pemijahan bagi hewan-hewan penghuni laut lainnya. Terumbu karang merupakan rumah bagi banyak mahkluk hidup laut. Diperkirakan lebih dari 3.000 spesies dapt dijumpai pada terumbu karang yang hidup di Asia Tenggara. Terumbu karang lebih banyak mengandung hewan vetebrata. Beberapa jenis ikan seperti ikan kepe-kepe dan betol menghabiskan seluruh waktunya di terumbu karang, sedangkan ikan lain seperti ikan hiu atau ikan kuwe lebih banyak menggunakan waktunya di terumbu karang untuk mencari makan. Udang lobster, ikan scorpion dan beberapa jenis ikan karang lainnya diterumbu karang bagi mereka adalah sebagai tempat bersarang dan memijah. Terumbu karang yang beraneka ragam bentuknya tersebut memberikan tempat persembunyian yang baik bagi iakn. Di situ hidup banyak jenis ikan yang warnanya indah. Indonesia memiliki lebih dari 253 jenis ikan hias laut. Bagi masyarakat pesisir terumbu karang memberiakn manfaat yang besar , selain mencegah bahay abrasi mereka juga memerlukan ikan, kima kepiting dan udang barong yang hidup di dalam terumbu karang sebagai sumber makan dan mata pencaharian mereka.

Sumber :http://www.geocities.com/minangbahari/coremap/mengenali.html
Apa itu Hutan Mangrove ?

Mangrove berasal dari kata mangue/mangal (Portugish) dan grove (English). Secara umum hutan mangrove dapat didefinisikan sebagai suatu tipe ekosistem hutan yang tumbuh di suatu daerah pasang surut (pantai, laguna, muara sungai) yang tergenang pasang dan bebas pada saat air laut surut dan komunitas tumbuhannya mempunyai toleransi terhadap garam (salinity) air laut.

Tumbuhan yang hidup di ekosistem mangrove adalah tumbuhan yang bersifat halophyte, atau mempunyai toleransi yang tinggi terhadap tingkat keasinan (salinity) air laut dan pada umumnya bersifat alkalin.

Hutan mangrove di Indonesia sering juga disebut hutan bakau. Tetapi istilah ini sebenarnya kurang tepat karena bakau (rhizophora) adalah salah satu family tumbuhan yang sering ditemukan dalam ekosistem hutan mangrove.

Ada apa di hutan Mangrove ?

Flora ekosistem hutan mangrove sangat bervariasi, tetapi pada umumnya adalah flora yang bersifat halofit. Jenis-jenis tumbuhan yang hidup di hutan mangrove antara lain adalah :

ementara fauna ekosistem hutan mangrove juga sangat beragam, mulai dari hewan-hewan vertebrata seperti berbagai jenis ikan, burung, dan hewan amphibia, dan ular sampai berbagai jenis hewan invertebrata seperti insects, crustacea (udang-udangan), moluska (siput, keong, dll), dan hewan invertebrata lainnya seperti cacing, anemon dan koral.

Ekosistem hutan mangrove adalah salah satu ekosistem hutan yang sangat kaya akan flora dan faunanya.


Mengapa Mangrove?

Kegunaan hutan mangrove sangat banyak. Beberapa diantaranya dapat disebutkan dibawah ini :

  • Sebagai peredam gelombang dan angin, pelindung dari abrasi dan pengikisan pantai oleh air laut, penahan intrusi air laut ke darat, penahan lumpur dan perangkap sedimen.
  • Sebagai penghasil sejumlah besar detritus bagi plankton yang merupakan sumber makanan utama biota laut.
  • Sebagai daerah asuhan (nursery grounds), tempat mencari makan (feeding grounds), dan daerah pemijahan (spawning grounds) berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya.
  • Sebagai habitat bagi beberapa satwa liar, seperti burung, reptilia (biawak, ular), dan mamalia (monyet).
  • Sebagai penghasil kayu konstruksi, kayu bakar, bahan baku arang, dan bahan baku kertas.
  • Sebagai tempat ekowisata.

Sebagai ekosistem hutan yang cukup unik, kegunaan hutan mangrove tidak terlepas dari letaknya antara daratan dan laut. Letak itulah yang membuat hutan mangrove berfungsi utama sebagai penahan abrasi air laut dan pengikisan pantai oleh air laut. Sebagai contoh, abrasi air laut telah menyebabkan sekitar 5-10 desa di Indramayu dalam 20 tahun terakhir hilang. Belum lagi data tahun 2007 yang mengungkapkan sekitar 42,6 km daratan pantai dari 114 km garis pantai di Indramayu juga telah tergerus abrasi.




Selasa, 14 April 2009

Salah Siapa?

Seperti kita ketahui karena hujan yang begitu deras mengguyur jakarta dan sekitarnya , Jumat,27 Maret lalu tanggul Situ Gintung jebol dan kejadian ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi saja namun sekitar seratus jiwa menjadi korban karena adanya bencana ini. Namun apakah kejadian ini benar-benar murni karena bencana alam? Atau sebenarnya kurangnya perhatian dari manusia sendiri?
Sekitar tahun 1932-1933 dibentuk situ (danau) yang pada awalnya adalah sebagai waduk yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk perairan ladang pertanian disekitarnya dengan luas 31 ha. Kapasitas penyimpanannya mencapai 2,1 juta meter kubik. Ditengah-tengah situ terdapat sebuah hpulau kecil yanng menyambung sampai ke tepi daratan seluas kurang lebih 1,5 ha yang bernama Pulau Situ Gintung.Tetapi semenjak tahun 1970an kawasan pulau dan salah satu tepi situ gintung dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam dan perairan.
Bencana jebolnya tanggul Situ Gintung yang terjadi pada 27 Maret 2009 lalu memakan banyak sekali korban, sekitar 100 orang warga sekitar tewas karena bencana ini. Penyebab jebolnya tanggul Situ Gintung sendiri masih menjadi teka-teki sampai saat ini, kejadian ini merupakan bancana alam atau memang karena kesalahan manusia ?
Tetapi dari fakta-fakta yang ada kita bisa melihat bahwa kejadian ini merupakan kesalahan manusia. Karena kurangnya perhatian masyarakat sekitar terhadap keadaan Situ Gintung. Bergesernya fungsi utama Situ Gintung juga menjadi salah satu penyebabnya, yang awalnya Situ Gintung berfungsi untuk sistem pengairan lalu berubah menjadi tempat wisata yang kemudian banyak dibangun bangunan lainnya disekitar danau, pembangunan perumahan disekitar atau didekat tanggul harus dihentikan karena jika tidak kejadian seperti ini akan terulang lagi. Lahan di sekitar situ gintung yang berubah fungsi menjadi perumahan membuat daya dukung tidak memadai. Disini terlihat kesalahan manusia dalam pemanfaatan sumber daya yang ada. Karena ingin melestarikan tempat wisata Situ Gintung masyarakat lupa akan fungsi utama Situ Gintung yaitu untuk sistem irigasi.Situ itu bisa jebol karena tekanan yang dibuat oleh manusia sudah melebihi daya dukung lingkungan. Selain karena kurangnya perhatian dari masyarakat sekitar ternyata Situ Gintung juga kurang mendapat perhatian dari pemerintah khususnya dalam perawatan infrastruktur.
Sebenarnya untuk perawatan infrastruktur tanggul bukan lagi masalah dan tidak boleh ditunda jika menunjukkan akan timbul bencana dan kalau sifatnya mengancam kepentingan nyawa,, sudah tidak ada keterbatasan dan menjadi prioritas.